Loading...

Benarkah Alat Makan dari Plastik Bisa Menyebabkan Leukimia?. BACA Lengkap, Klik …..

25 November 2017
39 Views

Anda pasti sering menggunakan benda-benda plastik dalam kehidupan sehari-hari, entah itu alat makan atau gelas minum. Benda-benda tersebut biasanya terbuat dari benzene. Banyak studi yang menyebutkan bahwa penggunaan bahan kimia ini dalam alat makan plastik bisa meningkatkan risiko penyakit leukimia. Benarkah demikian? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apa itu benzene?

Benzene adalah bahan kimia yang sering dijadikan bahan dasar pembuatan plastik, pelumas, bensin, karet, rokok, pewarna, detergen, obat-obatan terlarang, dan pestisida. Dulu, bahan kimia ini digunakan sebagai pelarut industri (zat yang bisa melarutkan atau mengekstrak zat lainnya) dan sebagai bahan tambahan bensin, tapi penggunaan ini telah sangat berkurang dalam sepuluh tahun terakhir.

Benarkah benzene dapat menyebabkan leukimia?

Dilansir dari Cancer.org, periset telah melakukan studi terhadap benzene dan orang yang terpapar terhadap zat tersebut. Hasilnya, tingkat leukemia, terutama leukemia myeloid akut (acute myeloid leukemia/AML), ditemukan lebih tinggi pada pekerja yang terpapar kadar benzene tinggi, seperti di industri kimia, pembuatan sepatu, dan industri penyulingan minyak.

Kemudian, dilansir dari WebMD, peneliti pada jurnal Occupational and Environmental Medicine menuliskan bahwa bahan kimia ini juga dapat meningkatkan risiko leukimia pada anak-anak yang tinggal di sekitar pompa bensin atau bengkel.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) juga telah mengklasifikasikan bahwa benzene merupakan karsinogenik terhadap leukemia limfositik akut (ALL), leukemia limfositik kronis (CLL), multiple myeloma, dan limfoma non-Hodgkin.

Mengapa benzene dapat meningkatkan risiko leukimia? Bahan kimia ini dapat mengubah kromosom (pembentuk DNA) pada sel sumsum tulang. Sumsum tulang tersebut adalah tempat sel-sel darah baru dibuat. Hal seperti ini terjadi ketika sel-sel leukimia ada pada manusia.

Bagaimana Anda bisa terpapar benzene?

Bahan kimia ini dapat terpapar dengan banyak cara, yaitu melalui mulut, udara yang kita hirup dan juga kontak langsung dengan kulit. Berikut cara pemaparannya.

Mulut

Benzene dapat masuk melalui mulut Anda, yaitu ketika makan menggunakan alat makan plastik yang memiliki kandungan benzene. Kemudian, minum dari air pompa yang letaknya tak berjauhan dengan bengkel atau bisnis perbaikan otomoif.

Udara

Benzene banyak terdapat pada bensin dan rokok. Anda dapat menghirup bahan kimia ini dari asap kendaraan dan juga asap rokok. Begitu juga dengan asap industri kilang minyak, pabrik kimia, produsen sepatu, dan industri lainnya terkait bensin.

Kulit

Benzene dapat meresap pada kulit, contohnya ketika Anda melakukan kontak langsung dengan bensin, deterjen, atau cat (perlengkapan melukis).

paparan benzene

Selain leukimia, adakah efek lain bila terpapar benzene?

Benzene merupakan bahan yang berbahaya. Jika terpapar bahan kimia ini terhirup dalam jangka pendek, dapat menyebabkan rasa kantuk, kepala pusing, tremor, atau kehilangan kesadaran. Jika bahan kimia dalam kadar yang tinggi ini terkontaminasi pada air atau makanan, dapat menyebabkan muntah, iritasi perut, kejang, dan denyut nadi cepat. Pada kasus ekstrem, menghirup atau menelan bahan kimia ini dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan kematian.

Untuk paparan jangka panjang terhadap bahan kimia ini, selain menyebabkan penyakit leukimia juga dapat menyebabkan anemia, jumlah sel darah putih rendah, dan jumlah trombosit darah rendah.

Selain itu, wanita yang bernapas dalam kadar benzene yang tinggi selama berbulan-bulan dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur dan penyusutan ovarium.

Menghindari paparan benzene dari alat makan plastik

Paparan benzene dari alat makan plastik tentu membuat Anda khawatir. Namun, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisasi paparan benzene dari alat makan plastik. Simak caranya berikut ini.

  • Kurangi penggunaan alat makan plastik
  • Hindari memanaskan alat makan plastik di microwave 
  • Meletakkan atau mengonsumsi makanan dan minuman panas dalam wadah plastik
  • Jangan menyimpan alat makan plastik di tempat yang panas atau terpapar sinar matahari
  • Jangan meninggalkan alat makan plastik di dalam mobil
  • Hindari membeli air dalam kemasan, sebaiknya bawa sendiri botol minum dari rumah

The post Benarkah Alat Makan dari Plastik Bisa Menyebabkan Leukimia? appeared first on Hello Sehat.

HELLOSEHAT

TEKAN TOMBOL FACEBOOK DI BAWAH TUK BAGIKAN INFO SEHAT INI :

Loading...

You may be interested

Ibu ini Melahirkan Diusia 70 Tahun, Tak Disangka Setelah 4 Bulan Bayinya Malah jadi Begini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)
Lifestyle (Islami)
83 views
Lifestyle (Islami)
83 views

Ibu ini Melahirkan Diusia 70 Tahun, Tak Disangka Setelah 4 Bulan Bayinya Malah jadi Begini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)

Sebarkan - 12 Januari 2018

Memiliki seorang anak tentu menjadi dambaan setiap wanita, terlebih lagi jika mereka sudah menikah. Ada yang dikaruniai keturunan, namun ada…

Gila! Sekalinya Berhubungan Intim Wanita Ini Langsung Dicerai Suami, Alasanya Bikin Terheran-Heran. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)
Lifestyle (Islami)
65 views
Lifestyle (Islami)
65 views

Gila! Sekalinya Berhubungan Intim Wanita Ini Langsung Dicerai Suami, Alasanya Bikin Terheran-Heran. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)

Sebarkan - 12 Januari 2018

Siapa sih yang tak suka bersih? Apalagi jika kita sebagai wanita yang sudah menikah tentunya kewajiban kita adalah membersihkan baik…

Ya Allah! Usai Aisyah Bahar Meninggal Saat Tadarus Tak Disangka Kekasihnya Alami Hal Menyakitkan Ini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)
Lifestyle (Islami)
119 views
Lifestyle (Islami)
119 views

Ya Allah! Usai Aisyah Bahar Meninggal Saat Tadarus Tak Disangka Kekasihnya Alami Hal Menyakitkan Ini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)

Sebarkan - 12 Januari 2018

Ditinggal orang yang kita cintai bukanlah perkara mudah. Apalagi, jika perpisahan itu karena ajal menjemput pasangan kita secara tiba tiba.…

Leave a Comment

Your email address will not be published.