Loading...

5 Fakta Penting Seputar Antitoksin Difteri, Obat Baru untuk Mengatasi Difteri. BACA Lengkap, Klik …..

12 Desember 2017
34 Views

Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Corynebacterium diptheriae. Pada bulan November 2017, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa Indonesia sedang mengalami KLB (kejadian luar biasa) difteri yang ditandai dengan peningkatan kasus difteri di hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Bakteri ini ditularkan melalui udara dan bisa masuk ke dalam saluran pernapasan. Dalam tubuh, bakteri ini akan mengeluarkan toksin (zat racun) yang membahayakan. Gejala yang ditimbulkan antara lain lemas, sakit tenggorokan, demam, pembengkakan leher, muncul pseudomembran alias lapisan abu-abu di tenggorokan atau amandel yang bila diangkat akan berdarah, sulit bernapas, serta sulit menelan.

Apabila Anda mencurigai gejala difteri, sebaiknya segera berobat ke dokter. Saat ini, pengobatan difteri dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  • Pemberian antitoksin difteri untuk mencegah kerusakan akibat toksin difteri
  • Pemberian antibiotik untuk melawan bakteri

Semua yang perlu Anda tahu seputar antitoksin difteri

1. Antitoksin difteri harus diberikan secepatnya

Untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien, antitoksin difteri harus diberikan sesegera mungkin. Antitoksin ini bahkan sudah bisa diberikan pada pasien sebelum dilakukan pemeriksaan laboratorium dan terbukti diagnosis penyakitnya.

Akan tetapi, antitoksin ini hanya diberikan pada pasien yang secara klinis menunjukkan gejala-gejala difteri seperti yang telah disebutkan di atas serta setelah dilakukan uji hipersensitivitas terhadap antitoksin ini.

Meski tidak perlu menunggu hasil laboratorium, bukan berarti Anda tidak perlu melakukan pemeriksaan apa-apa. Anda tetap perlu melakukan biopsi (pengambilan sampel jaringan) untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Ini berguna untuk memastikan Anda tidak mengidap penyakit infeksi lainnya.

2. Bagaimana cara kerja antitoksin difteri?

Antitoksin bekerja dengan menetralisir toksin Corynebacterium diptheriae yang terlepas di pembuluh darah (unbound) sehingga dapat mencegah komplikasi penyakit. Antitoksin ini berasal dari serum kuda, maksudnya diracik dari plasma kuda yang kebal terhadap penyakit ini.

3. Antitoksin difteri diberikan dalam bentuk apa?

Antitoksin ini biasanya diberikan dalam bentuk suntikan intramuskular (suntikan ke otot) pada kasus difteri yang lebih ringan. Sedangkan pada kasus berat, antitoksin difteri biasanya diberikan dalam cairan infus.

Dosis antitoksin difteri anak dan dewasa pada umumnya tidak berbeda. Dosis disesuaikan dengan gejala klinis yang muncul.

  • Penyakit tenggorokan yang terjadi selama dua hari diberikan 20.000 hingga 40.000 unit
  • Penyakit nasofaring diberikan 40.000 sampai 60.000 unit
  • Penyakit berat atau pasien dengan pembengkakan leher yang difus diberikan 80.000 sampai 100.000 unit
  • Lesi kulit diberikan 20.000 hingga 100.000 unit

4. Antitoksin difteri bisa diberikan sebagai tindakan pencegahan

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat (setara dengan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Indonesia), ada beberapa kondisi di mana antitoksin difteri dapat digunakan untuk pencegahan penyakit, bukan untuk mengobati.

Berikut adalah orang-orang yang mungkin membutuhkan antitoksin untuk pencegahan difteri.    

  • Orang-orang yang terpapar toksin difteri
  • Orang dengan riwayat imunisasi difteri yang tidak jelas (lupa sudah pernah imunisasi Dt dan Td atau belum)
  • Tidak bisa dirawat di rumah sakit untuk dipantau perkembangan gejala klinisnya atau tidak dapat dilakukan kultur jaringan untuk melihat bakteri difteri
  • Orang yang memilki riwayat atau dicurigai tersuntik toksin difteri (misalnya pekerja di laboratorium atau rumah sakit)

5. Efek samping antitoksin yang perlu diwaspadai

Sama seperti obat-obatan lainnya, antitoksin juga berisiko menyebabkan efek samping. Maka, pemberian berulang tidak direkomendasikan karena dapat meningkatkan risiko munculnya efek samping. Efek samping yang dapat muncul setelah penyuntikan antitoksin difteri antara lain:

1. Alergi dan syok anafilaktik

Alergi terhadap antitoksin umumnya ditandai dengan kulit gatal, kemerahan, biduran dan angioedema. Sedangkan pada kasus alergi yang parah, yaitu syok anafilaktik, gejalanya yaitu sesak napas, penurunan tekanan darah, dan aritmia. Akan tetapi, kasus ini sangat jarang terjadi.

2. Demam

Demam bisa muncul 20 menit  sampai satu jam setelah penyuntikan antitoksin difteri. Demam setelah penyuntikan ditandai dengan peningkatan suhu tubuh yang cepat disertai dengan rasa menggigil dan sesak.

3. Serum sickness

Kondisi ini ditandai dengan gejala kemerahan kulit, biduran, demam, disertai dengan nyeri sendi, pegal, dan pembesaran kelenjar limfa.

Gejala ini bisa muncul tujuh sampai sepuluh hari setelah pemberian serium antidifteri. Pengobatan untuk serum sickness adalah dengan memberikan obat anthistamin, obat antiradang non-steroid, dan obat kortikosteroid.

The post 5 Fakta Penting Seputar Antitoksin Difteri, Obat Baru untuk Mengatasi Difteri appeared first on Hello Sehat.

HELLOSEHAT

TEKAN TOMBOL FACEBOOK DI BAWAH TUK BAGIKAN INFO SEHAT INI :

Loading...

You may be interested

Ibu ini Melahirkan Diusia 70 Tahun, Tak Disangka Setelah 4 Bulan Bayinya Malah jadi Begini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)
Lifestyle (Islami)
83 views
Lifestyle (Islami)
83 views

Ibu ini Melahirkan Diusia 70 Tahun, Tak Disangka Setelah 4 Bulan Bayinya Malah jadi Begini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)

Sebarkan - 12 Januari 2018

Memiliki seorang anak tentu menjadi dambaan setiap wanita, terlebih lagi jika mereka sudah menikah. Ada yang dikaruniai keturunan, namun ada…

Gila! Sekalinya Berhubungan Intim Wanita Ini Langsung Dicerai Suami, Alasanya Bikin Terheran-Heran. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)
Lifestyle (Islami)
65 views
Lifestyle (Islami)
65 views

Gila! Sekalinya Berhubungan Intim Wanita Ini Langsung Dicerai Suami, Alasanya Bikin Terheran-Heran. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)

Sebarkan - 12 Januari 2018

Siapa sih yang tak suka bersih? Apalagi jika kita sebagai wanita yang sudah menikah tentunya kewajiban kita adalah membersihkan baik…

Ya Allah! Usai Aisyah Bahar Meninggal Saat Tadarus Tak Disangka Kekasihnya Alami Hal Menyakitkan Ini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)
Lifestyle (Islami)
119 views
Lifestyle (Islami)
119 views

Ya Allah! Usai Aisyah Bahar Meninggal Saat Tadarus Tak Disangka Kekasihnya Alami Hal Menyakitkan Ini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)

Sebarkan - 12 Januari 2018

Ditinggal orang yang kita cintai bukanlah perkara mudah. Apalagi, jika perpisahan itu karena ajal menjemput pasangan kita secara tiba tiba.…

Leave a Comment

Your email address will not be published.