Loading...

Kenali dan Cegah Jenis-jenis Cacat Kusta Sebelum Terlambat. BACA Lengkap, Klik …..

14 Desember 2017
39 Views

Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan Brasil untuk penemuan kasus baru penyakit kusta yang semakin meningkat pada tahun 2015. Stigma negatif di masyarakat seringkali menyebabkan munculnya diskriminasi pada seseorang yang mengalami kusta. Hal ini menyebabkan pasien kusta tidak mendapatkan pengobatan terbaik sehingga menyebabkan cacat kusta. Apa saja kecacatan yang mungkin dialami oleh para pasien kusta? Berikut ulasannya.

Penyakit kusta tidak mudah menular

Penyakit kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini tumbuh pesat pada bagian tubuh yang bersuhu lebih dingin seperti tangan, wajah, kaki, dan lutut. M. leprae termasuk jenis bakteri yang hanya bisa berkembang di dalam beberapa sel manusia dan hewan tertentu.

Seperti yang dilansir dari situs kesehatan Web MD, cara penularan bakteri ini diduga melalui cairan dari hidung yang biasanya menyebar ke udara ketika penderita batuk atau bersin, dan dihirup oleh orang lain. Namun penyakit ini tidak mudah untuk ditularkan, perlu beberapa bulan kontak yang sering dengan penderita kusta, sehingga penyakit ini dapat ditularkan.

Sebelum ditemukan pada 1873 bahwa kusta disebabkan oleh kuman, penyakit ini sangat erat dengan stigma negatif, yaitu suatu hukuman atau kutukan yang diberikan kepada penderita karena dosa atau kesalahan yang diperbuat oleh orang tersebut. Dampak stigma tersebut berlanjut hingga saat ini, sehingga penderita seringkali mengalami diskriminasi dan dikucilkan dari kehidupan sosial.

Perlu ditekankan bahwa kusta adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan seseorang tidak akan tertular kusta hanya karena bersalaman, duduk bersebelahan, duduk bersama di meja makan, atau bahkan berhubungan seksual dengan pasien kusta. Kusta juga tidak ditularkan dari ibu ke janin.

Cacat kusta terbagi ke dalam dua jenis

Terlambatnya diagnosis penyakit ini serta diskriminasi yang diterima pasien kusta dari masyarakat menyebabkan mereka tidak mendapatkan pengobatan atau tidak tuntas melakukan pengobatan hingga menyebabkan kecacatan. Seperti yang dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, ada dua jenis cacat kusta yang disebabkan oleh penyakit kusta yaitu cacat primer dan cacat sekunder. Berikut penjelasannya.

1. Cacat primer

Cacat primer adalah cacat kusta yang disebabkan oleh kerusakan pada batang saraf tepi akibat berkembangnya bakteri atau sebagai reaksi kusta. Hal ini menyebabkan kulit menjadi kering dan mati rasa dan juga terjadi pengecilan otot yang menyebabkan otot menjadi lumpuh dan lemah pada lokasi tertentu sesuai saraf yang diserang.

Kelumpuhan otot akibat cacat kusta primer menyebabkan kelopak mata tidak dapat tertutup rapat, jari tangan atau jari kaki menjadi lemah, dan pergelangan tangan atau pergelangan kaki menjadi lunglai.  

Pada kusta tipe lepromatous stadium lanjut yang tidak diobati, penyebaran bakteri pada tulang menyebabkan ujung-ujung jari meruncing dan pangkal hidung masuk kedalam (hidung pelana). Sedangkan penyebaran bakteri pada mata dapat menyebabkan kekeruhan pada kornea, sehingga terjadi proses peradangan pada iris ataupun menyebabkan alis mata rontok (madarosis). Penyebaran bakteri pada testis akan menyebabkan terjadinya pembesaran buah dada pada pria atau biasa disebut ginekomasti.

2. Cacat sekunder

Cacat sekunder pada cacat kusta terjadi akibat cacat primer, terutama akibat adanya kerusakan saraf, seperti ulkus dan kontraktur. Cacat kusta sekunder menyebabkan jari tangan atau jari kaki menjadi lemah sehingga tidak dapat diluruskan.

Sendi yang tidak pernah digerakkan karena mengalami pelemahan otot bisa menyebabkan kekakuan atau disebut kontraktur. Mati rasa, kulit kering, dan kontraktur dapat menyebabkan terjadinya “keretakan” kulit hingga kulit menjadi luka dan infeksi. Cacat kusta sekunder bisa menyebabkan cacat progresif seperti kehilangan alis, cacat pada jari kaki, tangan, dan hidung serta bisa berujung pada kebutaan.

Bagaimana cara mencegah cacat kusta pada pasien kusta?

Gerakan terpadu untuk memberikan informasi mengenai penyakit kusta terhadap masyarakat, terutama di daerah endemik, merupakan langkah yang penting dalam mendorong para pasien kusta untuk mau memeriksakan diri, mendapatkan pengobatan, dan agar mereka tidak dikucilkan oleh masyarakat.

Sampai dengan saat ini belum ada vaksin untuk mencegah kusta. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat merupakan pencegahan yang paling baik untuk mencegah cacat kusta dan mencegah penularan lebih luas.

Selain itu, bila Anda mulai merasakan gejala-gejala kecacatan primer dan sekunder yang disebutkan di atas seperti otot melemah, langsung periksa ke dokter.

The post Kenali dan Cegah Jenis-jenis Cacat Kusta Sebelum Terlambat appeared first on Hello Sehat.

HELLOSEHAT

TEKAN TOMBOL FACEBOOK DI BAWAH TUK BAGIKAN INFO SEHAT INI :

Loading...

You may be interested

Ibu ini Melahirkan Diusia 70 Tahun, Tak Disangka Setelah 4 Bulan Bayinya Malah jadi Begini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)
Lifestyle (Islami)
101 views
Lifestyle (Islami)
101 views

Ibu ini Melahirkan Diusia 70 Tahun, Tak Disangka Setelah 4 Bulan Bayinya Malah jadi Begini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)

Sebarkan - 12 Januari 2018

Memiliki seorang anak tentu menjadi dambaan setiap wanita, terlebih lagi jika mereka sudah menikah. Ada yang dikaruniai keturunan, namun ada…

Gila! Sekalinya Berhubungan Intim Wanita Ini Langsung Dicerai Suami, Alasanya Bikin Terheran-Heran. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)
Lifestyle (Islami)
85 views
Lifestyle (Islami)
85 views

Gila! Sekalinya Berhubungan Intim Wanita Ini Langsung Dicerai Suami, Alasanya Bikin Terheran-Heran. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)

Sebarkan - 12 Januari 2018

Siapa sih yang tak suka bersih? Apalagi jika kita sebagai wanita yang sudah menikah tentunya kewajiban kita adalah membersihkan baik…

Ya Allah! Usai Aisyah Bahar Meninggal Saat Tadarus Tak Disangka Kekasihnya Alami Hal Menyakitkan Ini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)
Lifestyle (Islami)
148 views
Lifestyle (Islami)
148 views

Ya Allah! Usai Aisyah Bahar Meninggal Saat Tadarus Tak Disangka Kekasihnya Alami Hal Menyakitkan Ini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)

Sebarkan - 12 Januari 2018

Ditinggal orang yang kita cintai bukanlah perkara mudah. Apalagi, jika perpisahan itu karena ajal menjemput pasangan kita secara tiba tiba.…

Leave a Comment

Your email address will not be published.