Loading...

Waspadalah, Jangan Sampai Kamu Masukkan Pencuri Ke Dalam Rumahmu! Uang dan Perhiasan Saya Lenyap Dicuri Pembantu, Begini Kronologinya. [Baca Bebas Data Kuota Internet ….]

7 Januari 2018
30 Views

Setelah cukup lama move on dari asisten rumah tangga (ART), akhirnya saya menyerah setelah si bungsu mulai jalan dan jam tidurnya berkurang. Selain pekerjaan rumah tangga terbengkalai, dua bujang saya yang lain pun ikut tidak terurus. Akhirnya saya coba lagi peruntungan di dunia ART ini, dengan mencari ART pulang pergi.

Semua berjalan baik, sampai akhirnya saya terhenyak: Lagi-lagi saya dihadapkan dengan drama ART. Bukan hanya drama. Ini sudah layak disebut tragedi. Saya kehilangan satu set perhiasan mas kawin, dan uang tunai yang tidak terhitung jumlahnya, hanya dalam jangka waktu dua bulan. Dan bodohnya, saya tidak sadar bahwa si mbak ini yang telah mengambilnya sedikit demi sedikit..

Bagi kawan-kawan yang kemarin menanyakan kabar saya: Alhamdulillah saya baik dan sehat, kawan. Terimakasih atas perhatian kawan semua. Saya lama tidak beredar terus terang karena pikiran saya begitu tersita untuk masalah ini. Lihat laptop rasanya jadi seperti lihat hantu…

Oiya, sebelummya mohon maaf jika tulisan ini nanti akan panjang. Dan mungkin mengganggu. Bagi yang tidak suka dengan tulisan terkait ART, mohon di-skip dari sekarang ya 😊

Cerita berawal saat si mbak ini, sebut saja mbak susi, datang kerumah saya dan menawarkan diri untuk bekerja. Kebetulan tujuh tahun lalu si mbak pernah bekerja di rumah saya. Nah, karena track record dia kala itu baik, kerjaannya beres, dan saya pun sedang butuh bantuan, maka keesokan harinya si mbak saya izinkan bekerja di rumah saya.

Semua berjalan baik, namun lama-lama menjadi sangat baik. Yup, sangat sangat baik. Jika normalnya performa ART menurun seiring waktu, maka yang ini kebalikannya. Si mbak begitu helpfull.. dia sering menawarkan diri untuk membantu saya menggendong nikisang (meskipun itu bukan job desc dia) menawarkan diri untuk disuruh membelikan sesuatu, dan lain sebagainya.

Dan sebagai majikan yang polos (belakangan saya sangat menyesali kepolosan a.k.a kebodohan ini) saya tersanjung dengan sikap helpfull-nya. Ia tidak perhitungan dengan tenaga. Amat sangat ingin menyenangkan hati saya.

Inilah kesalahan utama: ART yang terlalu helpfull, bisa jadi karena “ada maunya”. Pepatah “There is no free lunch” benar-benar saya buktikan.

Dan di sinilah awal mula celaka di rumah saya terjadi. Saya begitu mempercayainya. Hingga tidak sadar bahwa saya ternyata sudah memasukkan pencuri ke dalam rumah.

Uang saya sering hilang, dan jumlahnya tidak beraturan. Termasuk uang simpanan anak kami Kaisar pun hilang bertahap, hingga nominalnya mencapai 500 ribu.

Dan selama kehilangan demi kehilangan ini terjadi, TIDAK SEDIKIT PUN SAYA MENARUH CURIGA PADA MBAK SUSI. Dalam benak saya, ART super baik seperti ini mana mungkin mencuri. Kalau dia mencuri, masa iya dia bisa begitu baik di depan saya, dan saya tidak bisa membaca gelagat itu?

Kesalahan kedua: Jangan mudah percaya pada orang asing, meskipun dia sangat baik pada kita. Dalam kasus ini, saya terlalu percaya hingga menjadi sangat bodoh dalam membaca gelagat.

Soal kehilangan uang ini tidak begitu saya perhatikan, sampai pada awal Desember saya kehilangan cincin kawin dan seuntai kalung, pemberian suami saat menikahi saya dulu.

Bukan main syok rasanya. Saat membuka kotak perhiasan, dan menemukan isinya berkurang. Selama ini semua perhiasan itu tidak pernah saya pakai, hanya saya simpan sebagai kenang-kenangan. Dan kini raib!

Dan percaya atau tidak, saya MASIH TIDAK MENDUGA BAHWA MBAK SUSI ADA DI BALIK SEMUA INI. Justru yang ada dalam pikiran saya adalah: mungkin saya salah menaruh barang itu, hingga terselip entah kemana. Meski saya tahu persis saya tidak pernah memindah isi kotak itu.

Sikap saya padanya masih baik. Seiring dengan sikapnya yang meningkat beribu ribu kali baiknya. Termasuk menawarkan diri untuk tetap masuk di hari Minggu. Di saat ART lain minta libur , dia malah minta masuk. Dan bodohnya lagi, saya malah menganggap itu sebagai bentuk pengabdian -_-

Uang dan cincin kawin yang sangat berharga itu, tidak cukup membuat saya menaruh curiga pada si mbak. Entah apa yang ada di pikiran saya. Yang jelas saya sangat sangat tidak percaya jika orang sebaik itu tega mencuri di rumah saya.

Sampai di pertengahan desember, saya iseng mengecek kotak itu lagi, dan kini seluruh isinya benar-benar hilang. Di sinilah otak saya rasanya seperti disetrum: saya baru sadar bahwa barang ini hilang bukan karena saya salah taruh. Tapi karena memang ada yang mencurinya.

Namun siapa yang mencurinya? Di titik ini, SAYA MASIH YAKIN BAHWA MBAK SUSI BUKAN PELAKUNYA

Gila kan?

Kegalauan saya ini membawa saya bercerita dengan seorang kawan, via WA. Si kawan ini yakin sekali bahwa si mbak adalah pelakunya. Dari pagi hingga malam, via chatt, dia begitu membangunkan kesadaran saya, untuk berhenti melihat mbak susi ini sebagai sosok yang baik. Ia adalah pencuri!

Dengan dada berdebar, saya panggil si mbak. Saya tanya baik-baik, apakah dia tahu dimana letak perhiasan saya, dan si mbak ini terperanjat begitu tahu saya kehilangan perhiasan dan sejumlah uang. Bahkan ia menasehati saya agar lain kali uang saya distaples agar tidak diambil tuyul. Ia menduga uang saya hilang digondol tuyul .. dia sangat-sangat natural dalam berbicara. Ikut kaget dan syok. Tidak mencurigakan sama sekali.

Setelah memanggil si mbak ini, saya makin tidak percaya bahwa si mbak mencuri..

Tapi siapa lagi? Sedangkan di rumah cuma ada saya, suami dan tiga anak yang masih di bawah umur. Bahkan anak-anak saya tidak ada yang tahu bahwa ibunya ini punya perhiasan.

Keesokan harinya, saya mulai memperhatikan gelagatnya. Yang aneh, dia yang biasanya memakai bahasa jawa jika berbicara dengan saya, kini berubah menjadi bahasa Indonesia. Gerak geriknya pun canggung. Pekerjaan ia lakukan dengan sangat terburu-buru, lalu pamit pulang.

Begitu sampai di rumahnya, ia lekas SMS saya: minta berhenti kerja.

Di sinilah saya baru sadar: Si mbak ini pastilah sudah melakukan kesalahan. Hingga ia minta keluar di hari itu juga. Sebuah kesadaran yang sebenarnya telat saya sadari 😞

Di tengah kebingungan apa yang harus saya lakukan, apalagi posisinya saat itu suami sedang dinas di luar daerah, saya mendatangi tetangga saya yang kebetulan seorang polisi. Saya memintai tolong tetangga itu, untuk “menginterogasi” si mbak.

Nah, saya pun harus berfikir lagi: bagaimana caranya agar si mbak ini mau ke rumah saya untuk kemudian saya ajak bersama-sama ke rumah pak polisi?

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjemputnya. Dan ini yang akhirnya saya lakukan, dengan sangaaaat drama.

Berulang kali di tengah jalan si mbak berusaha kabur. Hingga saya dibantu oleh tetangga dan warga sekitar untuk “menangkapnya” lagi. Dia yang tadinya begitu sopan pada saya, mendadak sangat garang. Mulutnya penuh umpatan. Mata merah dan melotot. Nafas memburu. Hal yang selama ini tidak saya jumpai pada pribadinya.

Singkat cerita, setelah interogasi panjang dan berbelit, si mbak yang tadinya kekeuh bilang tidak tahu menahu soal perhiasan itu, akhirnya mengaku bahwa ia menemukan gelang di rumahnya, yang itu entah milik siapa. Dan itulah gelang milik saya.

Entah bagaimana caranya gelang itu bisa sampai di rumahnya, barangkali si gelang ini menjelma menjadi makhluk melata di malam hari, lalu berjalan menuju rumah si mbak.
Yang jelas, gelang itu ia kembalikan. Tanpa permintaan maaf, apalagi penyesalan.

Sementara cincin kawin saya, dan perhiasan lainnya sudah dijual oleh saudaranya (entah bagaimana saudara si mbak bisa datang ke rumah saya) dan tidak ketahuan rimbanya. Si saudara ini pun tidak lagi bisa dihubungi karena HP nya sudah tidak aktif.

Tidak terbilang betapa drop perasaan saya. Saya yang begitu mempercayai si ART ini, merasa sangat terhempas. Tidak menyangka bahwa selama ini saya hanya dibodohi oleh kebaikannya.

Yang sangat menyakitkan, barang yang ia ambil adalah perhiasan nikah, yang berapa pun nominalnya, adalah barang yang sangat berharga bagi saya. Tidak bisa diuangkan. Priceless. Pemberian suami dari uang yang sedikit demi sedikit ia kumpulkan, untuk kemudian menikahi saya, lalu kini hilang begitu saja 😰

Saya drop sekali. Sedih dan linglung.

Kini dua pekan berlalu sejak kejadian itu. Dan karena si mbak tidak ada itikad baik untuk menelusuri dimana cincin saya dijual, saya akhirnya melaporkan kasus ini ke Polsek Pamulang. Semoga aparat bisa membantu saya menyelesaikan kasus ini. Dan semoga menjadi pembelajaran yang berharga untuk si mbak, dan saya pribadi.

****

Berkaca dari pengalaman pahit ini, saya jadi ingin menulis sedikit tips untuk pemilik rumah (majikan) agar ART yang di bekerja di rumah tidak memperdaya kita.

1. Jangan letakkan dompet, atau uang (berapa pun nominalnya) sembarangan. Misalnya geletakan di meja rias, di meja TV, dsb. ART hanya manusia biasa yang banyak kebutuhan hidup. Ia yang tadinya bukan pencuri dan tidak ada niat mencuri, lama-lama bisa ngiler juga jika melihat dompet majikan berada dalam jangkauannya.

2. ART bekerja untuk mencari uang. Dan standar mereka berbeda dengan majikan. Jika bagi majikan uang 10.000 itu tidak berharga, hingga bisa diletakkan di mana saja, bagi mereka itu sangat berharga. Maka jangan “pancing” mereka untuk ingin mencuri. Terpapar uang sepuluh ribu, namun setiap hari, lama-lama bisa memunculkan tindak kejahatan juga.

3. Simpan barang berharga dengan sangat rapi, misalnya dalam lemari dan dikunci. Pastikan jika sedang mengambil kunci (untuk kemudian disimpan di tempat lain) ART sedang tidak mengetahuinya. Saya menduga ART ini melihat saat saya sedang menyimpan kunci di tempat yang menurut saya aman.

4. Jangan terlena dengan kebaikan ART. Ini bukan su’udzon ya. Namun waspada. Berburuk sangka berbeda dengan waspada. Sebaik apa pun ART, ia tetaplah orang asing yang kita izinkan masuk ke rumah kita. Dan tahu persis keadaan di dalam rumah kita.

5. Jangan meninggalkan rumah saat ART masih bekerja (ini khusus ART pulang pergi. Karena ART nginap biasanya memang sering ditinggal majikan pergi atau bekerja) sendirian di dalam rumah majikan bisa memancing seseorang untuk penasaran lalu “menelusuri” isi rumah.

6. Jika di rumah banyak barang berharga, dan punya dana berlebih, tidak ada salahnya memasang kamera pengintai. Banyak orang mencuri, namun tidak bisa kita apa-apakan karena tidak memiliki bukti.

7. Jika ART kita curigai mencuri, coba interogasi dengan baik. Jika setelahnya dia berubah sikap, atau justru buru-buru minta berhenti, kecurigaan Anda bisa jadi beralasan.

8. Jalin hubungan kerja yang baik dengan ART. Hubungan kerja yang saling pengertian, namun tetap ada di dalam batasan. Silakan memperlakukan ART selayaknya saudara, namun ingat: jangan lengah dan harus tetap waspada.

9. Selalu mintai fotokopi KTP tiap kali ada ART yang bekerja, sukur-sukur tahu persis dimana rumahnya.

10. Jika ART memang terbukti kuat mencuri, tidak ada salahnya lapor polisi untuk memberi efek jera pada pelaku. Jika didiamkan saja, tidak menutup kemungkinan ia akan pindah kerja lalu mencari mangsa baru guna mengulangi kesalahannya.

Sesungguhnya sebaik apapun dia, ART tetaplah orang asing yang masuk ke rumah kita.

WASPADA !

Klik Jempol Di atas yaa… Otomatis Berteman dgn Saya….
dan TOLONG Bantu Bagikan ke Facebook ……

Loading...

You may be interested

Ibu ini Melahirkan Diusia 70 Tahun, Tak Disangka Setelah 4 Bulan Bayinya Malah jadi Begini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)
Lifestyle (Islami)
101 views
Lifestyle (Islami)
101 views

Ibu ini Melahirkan Diusia 70 Tahun, Tak Disangka Setelah 4 Bulan Bayinya Malah jadi Begini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)

Sebarkan - 12 Januari 2018

Memiliki seorang anak tentu menjadi dambaan setiap wanita, terlebih lagi jika mereka sudah menikah. Ada yang dikaruniai keturunan, namun ada…

Gila! Sekalinya Berhubungan Intim Wanita Ini Langsung Dicerai Suami, Alasanya Bikin Terheran-Heran. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)
Lifestyle (Islami)
85 views
Lifestyle (Islami)
85 views

Gila! Sekalinya Berhubungan Intim Wanita Ini Langsung Dicerai Suami, Alasanya Bikin Terheran-Heran. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)

Sebarkan - 12 Januari 2018

Siapa sih yang tak suka bersih? Apalagi jika kita sebagai wanita yang sudah menikah tentunya kewajiban kita adalah membersihkan baik…

Ya Allah! Usai Aisyah Bahar Meninggal Saat Tadarus Tak Disangka Kekasihnya Alami Hal Menyakitkan Ini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)
Lifestyle (Islami)
148 views
Lifestyle (Islami)
148 views

Ya Allah! Usai Aisyah Bahar Meninggal Saat Tadarus Tak Disangka Kekasihnya Alami Hal Menyakitkan Ini. (BACA Bebas Data Kuota Internet ….)

Sebarkan - 12 Januari 2018

Ditinggal orang yang kita cintai bukanlah perkara mudah. Apalagi, jika perpisahan itu karena ajal menjemput pasangan kita secara tiba tiba.…

Leave a Comment

Your email address will not be published.